I feel like a dependent writer, chained by remembrances, miseries, and paramour stories. I find myself getting more and more stimulated on writing about personal phenomena and some mixed events surrounding.

Berbalas Tanya

Bouquet Of Branches: Less is more when it comes to woody stems, like quince, cherry, and dogwood. Select just three or four sculptural specimens, and use a heavy oblong vase that’s about a third as tall as the branches. Aim for an asymmetrical spray so the branches reach rather than lean.:
picture source: pinterest.com

 

Matanya, bibirnya, senyumnya… walaupun kini ketiganya telah membuatku bercucuran air mata, mereka masih tampak indah untuk tetap membuatku jatuh pada cerita yang sama. Mencintai adalah sebuah keikhlasan yang tidak berbanding dengan apapun, namun masihkah sama pengertiannya ketika cinta itu kemudian tumbuh dalam pengharapan dan doa teraniaya oleh dia yang tak bisa kujaga hatinya?

“Di dalam hatiku, aku masih meyakini bahwa perpisahan bukanlah jalan terbaik. Apakah kau percaya?” Suaraku tampak hilang bersama dengan kesedihan yang sengaja disembunyikan. Apakah akan menjadi kesalahan yang lain kalau aku berhenti menampilkannya?

Read more

Rapuh dalam Peluh

Hasil gambar untuk broken petals tumblr
picture source: pinterest.com

 

Seketika hatiku basah, getir oleh rasa resah yang melimpah. Melihatmu tergerai indah di bawah kata berserah, telah menghadirkan alasan indah untuk akhirnya pantas menyerah. Inikah jalannya? Bahwa doa-doa pernikahan yang kau jaga akhirnya luluh diserahkan padanya?

Perempuan yang kujaga dengan banyak tanya, perempuan yang kubiarkan hidup dalam pengharapan khayalnya, kini tersenyum lebar memandang masa depan yang tak lagi dapat dibagi-bagikan.

Tuhan…

Seingatku, perempuan itu tak pernah sebahagia itu di waktu yang dulu… di waktu-waktu yang telah berlalu.

 

Meninggalkan Diri

Gambar terkait
picture source: pinterest.com

 

Aku benci bagaimana kediaman akhirnya mampu menyempurnakan cinta yang telah sampai pada ujungnya. Ia telah lelah bersembunyi, di antara jeda kata yang samar-samar menyimpan luka, di deru nafas yang tak pernah dibawanya menemui udara. Setelah kulihat kita hanya diam saja, setelah kulihat diriku hanya termenung memandangmu yang tak berkata. Aku terbawa suasana saat menyadari kau akan mulai jatuh terkenang dalam remang-remang bernama kenangan.

“Aku… tidak akan meminta maaf karena melanggar janji pada orangtuamu.” Pecah sudah suaramu, di antara beribu senyawa yang menunggunya terbuka. “Kau pasti tahu maksudku.”

Kau juga pasti tahu.

Kau juga pasti tahu, kalau aku tak ingin… sunguh tak ingin menjadi tahu lalu berlalu.

Read more

Menunggu Sampai Berlalu

Hasil gambar untuk tumblr cold hand
picture source: favim.com

“Hanya karena seorang lelaki, aku kehilangan kendali. Hanya karena seorang lelaki, aku menjadi pembenci. Kenapa aku selalu berputar-putar pada lelaki yang tak tahu diri?” tanyanya memarahi. Sekali-kali kulirik tangannya, terlihat di sana kepalan yang penuh gelora. Kadang-kadang ingin kugenggam saja, biar tak ikut perih merasakan cinta dalam hatinya.

“Aku selalu memimpikannya dalam tidur. Sampai gila aku dibuatnya.”

Aku pernah dengar cerita─beberapa cerita tentang ditinggalkan tanpa kata kemudian meninggalkan celaka. Memimpikan dalam tidur, mungkinkah kau ada kata-kata yang ingin disampaikan namun tak diberi kesempatan untuk melepaskan?

Read more